Memahami Shutter Speed - Diafragma - ISO

Sebenarnya belajar memotret sangatlah mudah, kita hanya tinggal membuat sebuah garis indikator kecil di viewfinder (metering) tepat berada di tengah dengan cara mengatur settingan shutter speed, diafragma, dan ISO di kamera kita. Jika indikator itu sudah berada di tengah, tekan tombol shutter, jadilah sebuah foto dengan exposure yang tepat. Tentunya jika dalam kondisi cahaya yang cukup ideal dan merata.

"Kapan kita harus menggunakan shutter speed 1/1000?" (shutter speed cepat)
"Kapan kita harus menggunakan diafragma 1.8?" (diafragma besar)
"Kapan harus menggunakan ISO 1600?" (ISO tinggi)

Setiap setting dapat menghasilkan efek yang berbeda-beda.

Diafragma
Seberapa besar lensa terbuka untuk menerima cahaya.

Cahaya : Semakin besar bukaan diafragma semakin banyak cahaya yang masuk.
Efek : Ruang ketajaman semakin tipis.
Contohnya : F/2, F/1.8, F/1.4, dst.

Cahaya : Semakin kecil bukaan diafragma semakin sedikit cahaya yang masuk.
Efek : Ruang ketajaman semakin luas.
Contohnya : F/11, F/16, F/22, dst.

Shutterspeed
Seberapa lama kamera terbuka untuk menerima cahaya.

Cahaya : Semakin lambat shutter speed semakin banyak cahaya yang masuk.
Efek : Motion blur.
Contohnya : 10 detik, 30 detik, dst.

Cahaya : Semakin cepat shutter speed semakin sedikit cahaya yang masuk.
Efek : Motion freeze.
Contohnya : 1/640 detik, 1/1000 detik, dst.

ISO
Seberapa sensitif kamera terhadap cahaya.

Cahaya : Semakin rendah ISO semakin kurang sensitif sensor terhadap cahaya.
Efek : Semakin sedikit noise yang keluar dalam foto.
Contohnya : ISO 200, ISO 100, dst.

Cahaya : Semakin tinggi ISO semakin sensitif sensor terhadap cahaya.
Efek : Semakin sensitif sensor menangkap cahaya namun semakin banyak noise yang keluar dalam foto. ISO tinggi digunakan ketika kita dalam kondisi kamera kekurangan cahaya, misalnya malam hari.
Contohnya : ISO 1600, ISO 3200, dst.

"Bagaimana menentukan kombinasi ketiganya? Caranya adalah dengan menentukan konsep foto apa yang akan anda buat. Apakah Slow Speed, Ruang Ketajaman Sempit, atau yang lainnya."

Ruang Ketajaman Sempit (diafragma besar)

IMG 8547b : Memahami Shutter Speed   Diafragma   ISO


Pasti anda pernah melihat foto dengan suatu objek yang tajam dengan background yang blur. Teknik sangat digemari karena dapat memperkuat objek pada foreground. Caranya adalah dengan menggunakan bukaan diafragma besar.

Ruang Ketajaman Luas (diafragma kecil)

IMG 4137 : Memahami Shutter Speed   Diafragma   ISO


Jika diafragma besar menghasilkan efek blur pada background, maka diafragma kecil menghasilkan efek tajam dari foreground sampai background. Diafragma kecil biasanya digunakan dalam memotret landscape, yang membutuhkan detail dan ketajaman di seluruh bagian foto.

Motion Freeze (shutter speed cepat)

IMG 9420 : Memahami Shutter Speed   Diafragma   ISO
 

Jika kita ingin memotret benda yang bergerak dengan cepat, dan ingin objek itu benar-benar tampak diam, kita harus mengatur shutter speed secepat mungkin.

Slow Speed (shutter speed lambat)

Between The Rocks : Memahami Shutter Speed   Diafragma   ISO


Foto di atas menggunakan shutter speed 30 detik. Karena shutter speed terbuka lama, dengan objek batu yang diam dan objek air yang terus bergerak, maka akan menimbulkan efek seperti di atas. Dengan shutter speed yang sangat lambat, tidak bisa dilakukan dengan handheld (memotret dengan kedua tangan) karena rawan akan goncangan. Memotret dengan shutter speed lambat harus menggunakan tripod.

PUSH ISO (ISO tinggi)

IMG 5589 As Smart Object 1 2 : Memahami Shutter Speed   Diafragma   ISO


Saat gelap, kita seringkali tidak mendapatkan shutter speed yang cukup cepat agar gambar tidak shake. ISO yang tinggi dapat menambah kemampuan kamera menangkap cahaya. Shutter speed yang tadi hanya 1/5 bisa menjadi 1/60 detik dengan menaikan ISO. Efek sampingnya adalah munculnya bintik-bintik pada foto, biasa disebut noise atau grain.

Demikian teknik dasar fotografi tentang Shutter Speed - Diafragma - ISO. Tips lainnya akan saya bagikan di lain artikel. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Penulis : Alvin Fauzie